UAS SIA 2

Business Process Reengineering (BPR)

Business Process Reenginering (BPR) merupakan sebuah konsep tentang proses perbaikan dengan melakukan proses perubahan yang radikal berdasarkan proses bisnis. Hammer and Champy (In Jones 1997) menjadikan dasar berfikir kembali (rethinking) dan perancangan kembali (redesign) secara radikal untuk perbaikan dalam kinerja yang kontemporer seperti biaya, kualitas layanan dan kecepatan.
BPR yang mempunyai sebuah visi bisnis menunjukkan tujuan-tujuan yang spesifik seperti pengurangan biaya, pengurangan waktu dan peningkatan kualitas output dan juga Melakukan identifikasi terhadap proses bisnis yang akan di desain ulang, pada umumnya perusahaan menggunakan pendekatan yang berfokus pada proses yang paling penting atau yang mempunyai konflik yang paling tinggi dengan visi bisnis. Sedangkan beberapa perusahaan lebih memilih untuk menggunakan pendekatan menyeluruh untuk mengidentifikasi semua proses dalam suatu organisasi dan prioritas dalam urutan redisgn.,Memahami ukuran dari proses yang ada untuk menghindari pengulangan kesalahan untuk memberikan dasar dalam perbaikan di masa yang akan dating dan Mengidentifikasi tingkat kemampuan IT dalam mempengaruhi BPR dan membuat prototype dalam proses yang baru.
Contoh perusahaannya adalah sebagai berikut :
Jalan tol mendalam tentang konsep BPR dan semua tool yang diperlukan untuk implementasinya.

Prototyping
Pengertian
Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Seing terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer. Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalam menyelasaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan. suatu proyek rancang bangun perangkat lunak adalah proses prototyping. Proses ini memegang peranan penting karena proses inilah yang menjadi tonggak/pondasi dalam sebuah rancang bangun perangkat lunak, juga memberikan masukan dan gambaran bagi tim proyek serta stakeholder (klien)

Contoh perusahaannya :
Perusahaan manufaktur prototyping Sebagai implikasi untuk printer prototyping cepat terus mengembangkan Aplikasi untuk perusahaan Manufaktur produk Jika usaha kecil perlu produk atau model yang dihasilkan tidak perlu untuk mempertahankan workshop dengan alat khusus atau pengrajin terampil mahal dengan pemodelan tradisional.
Computer Aided Software Engineering
Pengertian
Computer Aided Software Engineering (CASE) alat menawarkan banyak manfaat bagi pengembang bangunan sistem berskala besar. Sebagai kebutuhan pengguna spiral terus mendorong kompleksitas sistem ke tingkat baru, CASE tools memungkinkan insinyur perangkat lunak untuk abstrak jauh dari belitan dari kode sumber, ke tingkat di mana arsitektur dan desain menjadi lebih jelas dan lebih mudah untuk memahami dan memodifikasi. Semakin besar proyek, yang lebih penting itu adalah dengan menggunakan alat kasus dalam pengembangan perangkat lunak.

Sebagai pengembang berinteraksi dengan bagian dari sebuah sistem yang dirancang oleh rekan-rekan mereka, mereka harus segera mencari subset dari kelas dan metode dan mengasimilasikan pemahaman tentang bagaimana untuk berinteraksi dengan mereka. Dalam arti yang sama, manajemen harus mampu, secara tepat waktu dan dari tingkat tinggi, untuk melihat representasi dari desain dan memahami apa yang terjadi. Untuk alasan ini, alat kasus ditambah dengan metodologi memberi kita cara untuk mewakili sistem terlalu rumit untuk dipahami dalam kode sumber yang mendasari mereka atau skema berbasis bentuk.

Contoh perusahaanya :
Perusahaan pertambangan dengan aplikasinya CAI (Computer Assisted Instruction) Software untuk membantu pemahaman siswa tentang suatu obyek. Aplikasinya berupa dialog antara siswa dengan komputer. Secara bertahap komputer akan memberi pertannyaan. Berdasarkan jawaban yang dimasukkan siswa, komputer akan memberi informasi apakah siswa melakukan kesalahan.

TUGAS UAS ETIKA BISNIS

 

 

Apakah Kebijakan ini Sopan,Benar,dan Pantas?

Pendahuluan

Dalam Bab ini kita mempelajari etika kewajiban dalam lingkungan bisnis. Mempunyai pengertian tentang kewajiban moral yang penting adalah bagian dari kesopanan dasar manusia. Namun, dalam praktek bisnis, adalah sukar untuk menengahi antara kewajiban moral dan kepentingan-kepentingan berdasarkan pikiran sehat.

  1. Hubungan yang manipulatif dan nonmanipulatif

Kebanyakan standar transaksional dalam bab terdahulu melihat tindakan moral sebagai hubungan manipulative dengan orang lain dan dengan alam. Konsep kepentingan transaksional mungkin berhenti di sini, karena melihat setiap masalah sebagai sesuatu yang berguna untuk kepentingan pribadi. Kecaman utama terhadap pandangan manipulatif ini adalah tidak diakuinya nilai – nilai yang layak dan intrinstik dari obyek, binatang, dan manusia. Tuntutan terkuat bahkan mengesampingkan kepentingan pribadi lain yang terlibat dengan definisi jangka pendek dan situasi menang –menang

Enlighted egoism membolehkan hak-hak dan kewajiban yang tidak dapat diganggu-gugat, karena ia menghormati hak –hak minimum. Tetapi, hingga kini kita belum mendefinisikan dengan cukup baik jenis-jenis kewajiban yang dimaksud.

  1. Kebutuhan akan etika kewajiban dalam masyarakat modern

Masyarakat industry memunculkan kemajemukan kode-kode moral. Moderenitas menciptakan keadaan sosial yang tidak stabil yang pelbagai kebudayaan hidup bersama di bawah kondisi yang  terus-menerus berubah. Dalam konteks ini, etika normative harus tetap bertahan pada nilai-nilai toleransi dan penerimaan pluralisme.Dimana masyrakat harus mengindari sisi keadaan serba membolehkan secara sinis dan sisi kekejaman nasionalistik atau fundamentalis.

Kita tidak hanya di didik oleh masyarakat lokal kita pada waktu pendidikan umum di perkenalkan . Akhirnya perlu di catat bahwa pesan yang mengelilingi dunia tidak netral secara moral, dan satu pesan yang dominan adalah etika ideal tentang persamaan hak bagi seluruh umat manusia.

Ambisi humanitarian berarti bahwa warga negara modern tidak lagi hanya mengenal impian dari negara berbangsa tunggal,Kekuatan-kekuatan yang berbeda membuat tidak stabilnya kehidupan dunia lokal kita,meski tidak selalu dengan akibat positif. Dalam reaksi terhadap perubahan sosial, semua jenis perasaan yang kasar terhadap segala sesuatu yang asing dapat tumbuh dengan subur. Pada waktu yang sama ketika kita mendukung hak-hak universal, maka kita membantu pembantaian negara-negara dan suku-suku- bangsa secara besar-besaran. Heredotus melaporkan pada abad  ke-3 sebelum Masehi, para ahli sejarah modern sekarang mempelajari gejala pembunuhan pada segala bangsa (Yahudi, Zingari, Tutsi), atau orang yang melek huruf (Kamboja). Kemunduran dan akibat yang berbahaya dari xenophobia ( kebencian terhadap segala sesuatu yang asing), dan perkembangan mencolok tumbuh pada tahun 1990-an

  1. Pandangan berdasar kewajiban yang pluralistic tentang hak asasi manusia   

3.1   Hak asasi manusia klasik dan hak-hak sosial

Suatu gagasan nyata yang pertama dari etika kewajiban dapat dibuka dengan menghubungkannya dengan hak-hak legal. Hak semacam ini terbagi dalam dua kelompok

Hak asasi manusia klasik

Hak asasi manusia klasik pertama-tama didukung oleh para ahli filsafat seperti John Locke, yang mempertahankan setiap hak pria untuk menikmati hasil milik pribadi. Nilai-nilai dasar adalah urusan pribadi, rasa hormat untuk milik pribadi, keamanan hidup dan fisik, kebebasan berbicara dan suara hati, proses yang seharusnya, persetujuan yang diinformasikan dan partisipasi dalam kelompok sosial seseorang.

Hak-hak sosial

Hak-hak sosial didasarkan pada gagasan yang lebih baru bahwa lembaga atau idividu lainnya harus menjamin suatu tingkat kesejahteraan tertentu bagi tiap warganya.

3.2   Benturan dengan kekuatan konfusius?

Pada awal tahun 1990-an pemerintahan Bush masih sangat kritis terhadap keadaan hak-hak sipil untuk warganegara Cina. Penindasan pada pemberontak di lapangan Tianmen diliput secara luas oleh agen berita dunia dan pada awalnya memancing banyak protes dan sanksi. Tetapi dalam bulan Mei 1994 pemerintah Clinton memperpanjang status Cina sebagai bangsa yang paling disenangi sambil menghentikan pemeriksaan terdahulu pada kondisi hak asasi manusia di negeri itu

3.3   Pilihan pada hak-hak yang bertentangan

Perdebatan antara lembaga hak asasi manusia Barat dan regim Cina memperlihatkan bahwa hak-hak ini sendiri menawarkan sedikit petunjuk bila hak-hak dan kewajiban moral dipertentangkan. Maka apa yang kita perlukan adalah suatu criteria untuk memberikan prioritas suatu hak.

4         Norma super deontologi dari kant

4.1   Tes lakmus untuk pedoman moral

Teori etika Immanuel Kant (1724-1804) ditetapkan sebagai contoh yang paling jelas mengenai teori berdasar kewajiban, tidak termasuk kriteria berdasar hasil yang mana pun. Ia merumuskan suatu tes umum untuk keabsahan moral dari norma-norma moral nyata. Tes itu masih membolehkan sejumlah peraturan yang beragam, tetapi membuang peraturan yang jelas-jelas amoral. Kant menyatakan bahwa untuk aturan moral tes tersebut adalah abash secara universal, yaitu suatu norma super.

Lenih tepatnya tori Kant mempertahankan bahwa orang harus hanya mengikuti pedoman yang memenuhi tiga criteria berikut:

  1. Reverbilitas (dapat dibalik)
  2. Universalibilitas
  3. Rasa hormat kepada manusia sebagai orang yang memliki kemauan sendiri.

 

4.2   Etika kewajiban Kant berdasarkan keinginan murni

Dalam bukunya baru-baru ini, Tom Sorrell dan John Hendry (1994) menjelaskan bahwa teori Kant berhubungan dengan kualitas motif yang kita miliki. Segera setelah alasan kita dalam berbuat sesuatu tergantung pada sasaran eksternal, maka alas an itu masuk dalam kedudukan moral yang lebih rendah. Kant bersikeras akan kemurnian kemauan baik moral, yaitu, orang tidak boleh melakukan sesuatu karena hasil, tetapi karena tindakan itu sendiri adalah benar. Menurut Kant, tindakan moral, tetapi merupakan persoalan melakukan sesuatu yang benar lepas dari pengertian kewajibanmoral. Motif yang terbaik adalah kemauan untuk mengerjakan kewajiban seseorang.

4.3   Persoalan dalam penerapan konsep Kant

Desakan etika kewajiban pada komitmen moral pribadi dalam melakukan hl-hal karena mereka dapat diuniversalkan, adalah satu dari sekian banyak kriteria yang dibutuhkan dalam etika. Itu dapat dilihat sebagai suatu optimum, yang menandakan bahwa kebanyakan tindakan adalah dari kedudukan moral yang lebih rendah karena dalam tindakan-tindakan tersebut melibatkan berbagai motif dan ikut memperhitungkan hasilnya.

Lebih mendasar, Kant mempunyai gagasan pilihan bebas yang agak abstrak. Ia bersikeras bahwa tidak memperdulikan keadaan yang ada hasil yang mungkin terjadi, orang harus selalu berbuat sesuai dengan kewajiban moral mereka, sekadar karena suatu pedoman sesuai dengan kriteria universibilitas yang terbaik. Sebaliknya, definisi kita tentang pilihan bebas membolehkan kita memperhatikan keadaan yang dan menerima bahwa manusia mempunyai kebutuhan vital tertentu.

5         Standar keadilan

Suatu gagasan umum tentang keadilan berbunyi sebagai berikut: kasus-kasus serupa harus diperlakukan dengan cara yang sama, tetapi bila terdapat perbedaan yang relevan, perlakuan yang menyimpang dibolehkan sesuai dengan perbedaanya.

Ada tiga gagasan dalam menerapkan keadilan:

  1. Distribusi keuntungan dan beban. Keadilan yang terdistribusi menunjuk ke distribusi biaya dan kentungan yang adil.
  2. Menghukum para pelanggar hukum dan orang-orang yang berbuat salah. Norma keadilan retributif  berdasarkan pada hukuman yang adil untuk kerusakan yang diakibatkannya.
  3. Kompensasi bagi mereka yang telah menderita karena suatu kerugian atau kerusakan. Keadilan kompensatoris harus menentukan norma-norma yang proporsional dengan kerugian penderita dan kerusakan. Isu pertanggungjawaban menggambarkan bahwa kompensasi seringkali merupakan pasangan dari sanksi retributif.

 

5.5 Egalitarianisme dan keadilan kapitalis

Egalitarianisme

Eglitarianisme menyatakan bahwa manusia harus mendapat bagian yang sama dari beban dan manfaat masyarakat (mikro). Sebagai konsep yang normatif egalitarisme membuat suatu tuntutan yang kuat dan cukup menarik dengan sejarah yang panjang, sejak dari praktek-praktek terkenal seperti Sparta kuno dan pekerjaan filosofis seperti Republik Plato yang tetap hebat.

Tuntutan egalitarianisme yang sangat berpengaruh adalah kebijakan negara sosialis harus menyediakan jalan keluar yang sama untuk pelayanan pendidikan dan kesehatan, kesejahteraan, atau bahkan pekerjaan

Keadilan Kapitalis

Velasquesz mendifinisikan keadilan kapitalis sebagai: “keuntungan harus didistribusikan sesuai dengan kontribusi yang dibuat individu untuk mencapai sasaran kelompoknya.” (Tim,perusahaan, masyarakat, kemanusiaan dan sebagainya.) (Velasquez 1992,halaman 93)

5.6 Dua prinsip keadilan kapitalis

Di sini, pertanyaan utama adalah: Apakah perusahaan harus menghargai upaya atau produktivitas?

Kontribusi individual dapat dinilai dengan berbagai cara, disesuaikan dengan satu dari dua ekstrim berikut ini:

  1. Penghargaan untuk output, yaitu menghargai produktivitas dengan menerapkan tariff per buah,komisi,atau sistem bonus lain yang digabungkan dengan hasil kerja yang sebenarnya.
  2. Penghargaan untuk input, yaitu menghargai upaya kerja, yang seringkali sama dengan jumlah jam yang anda berikan pada tugas anda.

6.      Peraturan deontology untuk unsure pokok intern dalam bisnis

Di sini kita membahas dua pendekatan tentang peraturan perusahaan: filosofi perusahaan, dan peraturan perilaku deontologi yang rinci. Keduanya dapat diklasifikasikan sebagai etika berdasar kewajiban.

6.1 Filosofi perusahaan

Filosofi perusahaan menjelaskan nilai-nilai umum perusahaan. Itu tidak hanya sekedar suatu daftar kewajiban deontologi karena mencakup juga definisi sasaran perusahaan. Peraturan tertulis semacam itu merumuskan komitmen dasar dari inti kultur perusahaan. Peraturan yang mengandung filosofi perusahaan ini berfungsi sebagai undang-undang perushaan yang menetapkan sasaran dan kewajiban moral utama.

6.2 Peraturan deontology

Peraturan deontology mensyaratkan kewajiban rinci untuk karyawan terhadap perusahaan mereka dan terhadap para pemasok dan pelanggan

 

6.3 Kondisi untuk mengefektifkan peraturan

Dalam studi Belanda baru-baru ini Kaptein dan Klamer (1991) mendaftarkan enam kondisi untuk peraturan etika yang efektif:

  1. Motivasi yang valid untuk introduksinya. Ia harus bersiteguh pada pentingnya keuntungan-keuntungan untuk menyetujui dan menyesuaikan dengan peraturan. Sikap kita juga tidaklah cukup
  2. Dukungan yang luas dalam perusahaan. Libatkan wakil dari semua departemen dalam proses menguraikan peraturan tersebut. Peraturan itu harus dibahas, diperiksa dan didefinisikan ulang sebelum akhirnya ditetapkan.
  3. Umpan balik terus menerus. Kesulitan muncul selama implementasi peraturan, dan juga norma-norma tentang bagaimana bertindak dalam suatu perubahan situasi yang spesifik. Ini memerlukan umpan balik. Berbuat sesuai dengan suatu peraturan tidak sekedar menerapkan aturan secara secara buta, ia merupakan bagian dari proses.
  4. Verifikasi dan pengendalian. Tiap keadaan yang tidak mantap antara peraturan dan pelaksanaan harus diuraikan. Salah satu cara untuk pencapaiannya adalah pembahasan kelompok
  5. Integrasi dan tanggung jawab ke dalam filosofi perusahaan yang lebih luas. Kumpulan peraturan harus merupakan bagian dari pernyataan misi etika yang lebih luas.
  6. Sanksi dan pengendalian. Pemenuhan aturan membutuhkan pelaksanaan, baik positif maupun negative. Agar menjadi efektif, bebrapa sistem sanksi harus ada. Keserbabolehan yang menggelinding bebas hanya akan mengarah kepada omong kosong belaka.

 

 

 

 

6.4   Kritik terhadap deontologi pemikiran tunggal

Adalah paling penting bahwa peraturan etika tinggal sebagai suatu alat tambahan dan isu yang tidak vital. Jika suatu peraturan etika hanya diimplementasikan sebagai sejenis upacara hari Minggu yang terisolasi, sementera di belakang layar praktek komersial yang kejam berlangsung seperti biasanya,peraturan itu akan tetap tidak efektif. Namun,segera setelah hubungan langsung dengan kultur perusahaan dibuat, dan segera setelah kepemimpinan perusahaan mengikatkan diri pada beberapa prinsip moral yang mereka kembangkan dan mereka bina secara aktif, maka aturan itu menjadi menara api yang mengilhami kultur perusahaan.

7.NORM oleh Ronald Green

Neutral, Omnipartial Rule Making ( NORM ) merupakan sebuah metode baru tentang pemikiran moral. Dalam The Ethical Manager, Ronald Green menyajikan suatu campuran kreatif dari etika kewajiban dan etika transaksional, yang mengarah kepada pendekatan yang koheren dan canggih. Metode ini mempunyai sifat lain yang menarik: ia membolehkan model tanggung jawab stakeholder.

7.1. Contoh tentang konflik nilai dalam bisnis

Green menyajikan sebuah kasus sederhana yang merupakan persoalan bagi penganut teori-teori hasil dan pada enlightened egoism. Bagaimana enlightened egoism berlaku pada hubungan perusahaan sendiri dan terhadap competitor belumlah jelas, karena ia membolehkan solusi yang secara radikal bertentangan.

7.2 Pendapat Green mengenai jalan buntu dalam teori etika bisnis

Green mengkritik buku-buku teks Amerika tentang etika bisnis karena miskinnya dasar etikanya. Mereka ragu-ragu antara dua teori yang tak dapat didamaikan, yaitu etika kewajiban dan utilitarianisme.

7.3 NORM

Di awal babnya yang ketiga, Green mengakui kesalahannya pada Kant:

Pedoman etika Kant yang terkenal, Categorical Imperative,seringkali diinterpretasikan sebagai prinsip deontology ( karena ia melarang membuat kebahagiaan sebagai sasaran utama dari pilihan moral),tetapi juga dapat diinterpretasikan sebagai pernyataan awal yang penting tentang pendekatan tipe –NORM.

 

 

 

7.4 Filosofi sosial berdasarkan kontrak di balik kewajiban NORM

Metode ini dapat di mengerti dengan lebih baik jika seseorang memperhatikan beberapa pandangan kontek ini tentang keharusan moral.

7.5 NORM hanya menerima urusan pribadi yang bermanfaat secara sosial

Kita percaya bahwa metode NORM cukup dapat dipakai dalam masyarakat moral umum, dan bahwa ia juga dapat diterapkan jika membuat undang-undang yang menentukan kewajiban dan kendala dalam seluruh lingkungan kegiatan ekonomi. Tetapi kami ragu-ragu apakah enlightened egoism lebih cocok bagi situasi spesifik yang perusahaan individu atau organisasi nirlaba menemukannya sendiri.

Tidak ada keraguan bahwa NORM dapat merumuskan aturan-aturan optimum, tetapi ia meminta terlalu banyak kebijakan umum dari para manajer ketika member kontribusi terhadap tanggung jawab yang besar yang mereka rasakan terhadap unsure pokok terdalam – stakeholder, karyawan, dan konsumen.

7.6 Memasukkan aturan berbasis-NORM dalam enlightened egoism

Perbedaan utama antara Enlightened egoism dan NORM adalah enlightened egoism tetap membedakan antara dua tipe unsure pokok: pihak-pihak yang terlibat langsung dan para stakeholder eksternal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apakah Kebijikana Ini

Membina Keterampilan

Yang Dinginkan?

 

Pendahuluan

Tujuan bab ini adalah menguji teori kebijakan Yunani kuno. Kita akan menujukkan  bawah teori ini mendifinisikan suatu pendekatan yang  berbeda dan cukup menjanjikan bagi kualitas moral,yang akhir-akhir ini telah ditafsirkan  kembali dan diperluas .Kita akan meninjau ulang dan pandangan yang  sama sekali berbeda ini dan menujukan dalam teori manejemen .

Sekarang ini banyak kebijakan kesejatreaan dikecam karena membuata orang menjadi lebih bergabtung (pada orang lain) dan kurang mampu mengatur orusannya sendiri. Contoh-contoh paling jelas social yang berlelihan dan masayarakat-masayarakat komonis yang memempuk ketergantungan yang pasip, mengurangi rasa harga diri, perasaan pengecut pribadi dan kemunafikan.

Gagasan pertama kebajikan klasik

Pandangan yunani klasik menekanakan pentingnya kinerja yang sempurna yang menyatakan secara tidak langsung konsep yang berbeda mengenai cita-cita moral. Untuk orang  yunani  kuno  kata kebijakan mempunyai lingkup yang lebih luasa dan lebih netral. Kata itu digunakan untuk kinerja yang bermanfaat secara social dan bersifat kepahlawananan, dan juga untuk menandai kesempurnaan non moral dalam ketrampilan teknis.

Kemunduran etika kebajikan bukanlah akibat dari penggulingan teori kebajikan klasik; merupakan efek samping dari kampanye terhadap agama kristein dan kebiasan polotik absolut. Kecamaan yang radikal dari para ahli filsafat pencerahan membuka jalan menuju demokrasi dan relativisme.

Para penemu etika kebajikan dari yunani kono tidak menyatakan yang kaku terhadap norma-norma kongkrit yang berdasarkana pada imam, harapan, dan kasih. Bagi Socrates, plato dan Aristoteles gagasan dasar dibalik kebajikan adalah lebih netral disarakan pada pengertian mengenai keunggulan yang belakangan ini menghilang.

Iterprestasi modern tengtang filsafat moral Aristoteles

DNA tidak dikenal konsep kuncinya adalah jiwa, bentuk, dan telos.

Fisafat kebijakan dapat di mengerti secara baiak dengan melihat bagaimana aristoteles menjelaskan pertumbuhan biologi. Orang-oranh yunani menggunakan konsep jiwa untuk menjelaskan mengapa sebutir biki pohon ek dapat tumbuh menjadi sebatang  pohon ek yang besar.  Menurut Aristoteles prinsip pokok perubahan ini menyebabkan proses pertumbuhan dan perusakan ; inilah yang membut benih menjadi pohon.  Prinsip pertumbuhan ini, yang adalah pembawaan lahir atau alami dari makluk hidup, mereka namakan jiwa (psyche).

Penting untuk meyadari bahwa kata psyche mempunyai arti yang lebih luas dari pada pikiran ; mempunyai psyche secara sederhana berarti mempunyai hidup.  Jadi semua mkaluk hidup tanaman, mempunyai jiwa, diberi jiwa; mereka berjiwa dan tidak mati (latin anima= yunani psyche ). Kehidupan tanaman hanyalah tumbuh, mengambil bahan bergiji, dan memproduksi benih unuk tanaman baru; tanaman hanya mempunyai jiwa tumbuh-tumbuhan .

Maksud pokok atau tujuan pertumbuhan adalah keadaan perkembangan, yaitu telos. Untuk makluk hidup dikenal dengan mempelajari individu-individu secara terpisah dalam pertmbuhan dewasa. Dari pegematan individu-individu yang telah berfungsi dengan baik ini, Aristoteles menyimpulkan tahap puncak yang dapat dicapai oleh setiap makluk.

Di sini konsep tentang bentuk (morfe)dan tujuan (telos)dapat di gabungkan . Bentuk adalah istilah yang paling umum untuk prisip organisasi;berfungsi bersama pasanganya,yaitu bahan pasif. Dalam hal makluk hidup,bentuk adalah pembawahan ,sejak lahir,prisif atau program dari makluk hidup yang disebut jiwa sebagai contoh jiwa dari pohon ek  yang  terkandung dalam prinsip pertumbuhan tertentu dan telah ada dalam beni bukanlah suatu bahan fisis.

Zat tidak dapat dipisahkan dari bentuk,karena hanya ada satu bahan fisis yang sebut zat,tetapi zat ini berubah karena prinsip interen atau bentuk. Konsep prinsip  pertumbuhan di perkenalkan oleh Aristoteles untuk menjelaskan persoalan meta fisika perubahan biologis:bagaimana suatu benda dapat berupa ini pada awalnya dan kemudian secara bertahap berubah menjadi itu?

Kebajikan didefinisikan dengan menjawab pertanyaan “untuk apa”?

Telos dapat juga dijelaskan dengan menggunakan pembedaan Aristoteles antara empat macam factor penjelasan : penjelasan materi, penjelasan formal, penjelasan efisien dan penjelsan terakhir.

Teori 4 jenis penjelasan yang terkenal ini dapat ditunjukan oleh metode tukang kayu dalam membuat kursi kayu :

  1. Bahan yang digunkan adalah kayu (penyebab bahan ).
  2. Model yang ada dalam pikiran tukang kayu adalah bentuk (penyebab formal).
  3. Pembuatan sebernya dari kurci bersal dari kerja prukktif tukang kayu (penyebab efisein)
  4. Sasaran tujuan atau maksud untuk apa kursi itu dibuat kebutuhannya adalah agaroarang dapat duduk diatasnya (penyebab terakhir)

Telos makhluk hidup merupakan kebaikan internal

Untuk mengerti  pendapat Aristoteles yang asli mengenai  kebajikan umat manusia,perlu  dilihat perbedaan antara kebiakan-kebaikan eksternal dan tujuan –tujuan internal.sekali lagi suatu tujuan internal paling baik dijelaskan dengan kembali ke ilmu biologi.kita telah melihat bahwa psyche umat manusia yang tertuju  pada suatu  keadaan yang berfungsi dengan baik yang dewasa penuh.

Pandangan estetika sama sekali tidaklah  seluruhnya ketiggalan zaman .Para ahli  lingkungan modern menyatakan perasaan kagum ini dan menaruh  hormat pada contoh-contoh yang ini,bahkan juga melakukannya jika mereka berbicara  mengenai tumbuhan :”jenis dipterocrap adalah pohon yang bermeter-meter  tinggi , batangnya yang kecil merupakan pertumbuhan yang mengesankan,membubung tinggi dari tanah hingga ke puncak yang jauh diatas sehingga tampak seakan-akan milik dunia lain “ (Myers,1992).

 

Pandangan terorganisir  tentang kegiatan manusia

Etika kebajikan di sebut  pandangan teleolog, karna melihat pada kebajikan sebagai bertujuan pada pemenuhan telos untuk umat manusia yaitu keadaan perkembagan penuh sebagai umat manusia yang di sebut eudaemonia (secara harafiah sangat bersemangat kesejahteraan yang awe, kebahagiaan). Telos ini bukanlah semacam tujuan eksternal, ia hanya di peroleh dalam dan melalui kegiatan manusai, meskipun diperlukan bahkat pribadi, bahkat yang hebat. Di sini melihat bahwa aristoteles mengunakan secara berani telos pada kegiatan manusia.

Dengana mempelajari manusia yang ada dan berfungsi dengan baik, yang menarik kesimpulan kesimpulan mengenai tujuan tertinggi yang hakiki bagi pencarian oleh manusia. Etika aristoteles mempelajari orang-orang besar untuk mendefinisikan kebaikan apa yang membuat mereka unggul. Tujuan dari studi empiris ini adalah untuk memperoleh suatu pengertian dan kuat mengenai well-functioning manusia.

Salah satu pertanyaan ditanyakan Aristoteles adalah mengenai maksud terakhir. Contoh-contoh yang dapat di catat dari pertanyaan untuk apa ? adalah :

  • Apakah yang menjadi telos untuk kepenuhan manusia?kapankah kita menyebut seseorang yang sedang berkembang sebagai manusia yang benar? Apakah yang menjadi kehidupan yang baik bagi orang?
  • Apakah yang menjadi telos untuk organisasi ini ? Kapan kita menyatakan bahwa perusahaan kita telah berfungsi dengan baik atau sukses ? Perusahaan yang bagaimana yang di sebut baik? Apakah tujuan lembaga ksehatan masyarakat kita? Kapan kita akan menyebutnya telah berfungsi dengan baik?
  • Kebaikan moral tertentu Apakah yang membolehkan kita menikmati kebahagiaan?
  • Kebajikan mana yang khas bagi manusia, sebagai contoh-contoh manusia yang maju yang membangkitkan semangat kegaguman?

Pertanyaan-pertayaan yang mendahului studi tentang kebajikan yang ditrasmisikan secara kultural

Antara lain tiga pertanyaan spesifik dapat di ajukan jika seseorang menggunakan teori kebajikan para kebiasaan manusia :

  • Dapat kita membedakan penyebab terakhir di balik moralitas manusia yang beraneka ragam?

Adalah sesuatu fakta bawa norma dan nialai moral tidak menanggapi suatu kumpulan aturan pembawaan dari lahir yang tetap; ada banyak bukti mengenai bagaimana beragamnya norma moral.

  • Jenis ideal yanga mana kebahagiaan itu? Dengan cara bagaimana kebahagiaan itu ada?

Setump[uk perilaku yang merendahkan dan tak bermoral memang ada. Dari fakta ini banyak orang sering menimpulkan bahwa penyebab terakhir seperti kebahagiaan, adalah imipian belaka.

  • Apa yang di maksud dengan menyatakan kebahagiaan sebagai suatu intrinsic yang baik bagi praktek?

Etika kebajikan membedakan antara maksud intrinsic dan ekstrinsik. Kebahagiaan adalah suatu kebaikan tertinggi umat manusia, yang dianggap sebagai suatu praksis.

Telos dari kehidupan manusia adalah keadaan kesejahteraan yang tahan lama guna mencapai manusia yang telah berfungsi dengan baik, diperlukan sejumlah keunggulan.

Dasar-Dasar Etika Kewajiban

Dalam ilmu arsitektur, suatu contoh dari keimanan dapat ditemuka di tengah langit-langit katedral gothic; berbentuk batu bulat di sanggah diatas oleh busur-busur yang bertemu. Etika kebajikan dapat di gambarkan sebagai konstruksi mental dengan, dalam bagaian tengah gereja, kebijakan. Lebih tepat, konstruksi mental ingin mempunyai dua langit-langit-satu dimahkotai oleh kebijakan pribadi dan lainnya oleh kebijakan umum.

 

Kebijakan manusia yang memerintah phronesis

Phronesis (kebijakan, atau kearifan praktis ), adalah suatu keunggulan intelektual yang tertuju pada tujuan-tujuan praktis, baik eudaemonia pribadi atau kelompok. Yunani kuno menekankan bahwa berbuat baik adalah persoalan melayani kebaikan umum dan pribadi dengan terampil, terutama memumpuk keadaan dianamis yang berjalan baik yang di sebut eudaemonia, keadaan sangat bersemangat.cara terbaik untuk menikmati hidup adalah melihat kesenangan sebagai suatu iringan yang tidak di harapakan. Kesenangan di hasilkan oleh otak kecil atau otak dinosaurus kita, yang tidak diperbolehkan mendapatkan kontrol karena orang menjadi kurang buruk dan kurang jahat. Kesenangan dapat berjalan bersama keunggulan sebagai seorang umat manunsia, tetapi tes kehidupan yang sesungguhnya adalah menjaga ketajaaman keunggulan dari bakat perorangan dan manusia.

Membuat hokum sebagai wiraswastawan moral

Orang bijaksana atau phronimos bukanlah manusia super ia dapat saja dibanjiri oleh kejadian-kejadian yang tragis. Tetapi dalam kebanyakan situasi yang biasa dan jika di harapkan pada keadaan krisis, orang-orang besar adalah membimbing masyarakat mereka dengan membuat yang terbaik dari situasi itu. Pada tingkatan organisasi politik, pejabat pemerintah yang baik kinerjanya adalah orang yang memperlihatkan kualitas yang terus menerus sebagai pemimpin intelektual dan moral.

Riset teakhir dari Richard bodeus (1993) telah bersih keras pada pandangan politis etika Aristoteles :

Gambaran seseorang pembuat hokum- dugaan kea rah yang semua elemen dalam pemelikan Aristoteles berkurang dan harus di mengerti dalam suatu pengertian yang cukup dalam – tidak hanya digunakan bagi mereka yang karena di akui secara hukum, bekerja bersama dalam pekerjaan legislatif dalam kota; tetapi juga, dengan analogi, bagi semua pendidik, seperti kepala rumah tangga [dan para manager], yang harus menetapkan bagi orang lain dan membuat mereka menghormati aturan prilaku yang sama dinyatakan dalam hukum.

 

Struktur psikologis yang disesuaikan kearah keunggulan manusia.

Kebajikan sebagai pola neurologis terpadu dengan tujuan-tujuan spesifik

Plato dan Aristoteles mengenali tiga daerah utama mental yang berfungsi dengan baik. Status versi ini adalah heuristic, yaitu berusaha merumuskan suatu pandangan hipotetis tentang bagaimana berbagai operasi yang berbeda dalam berbagai daerah di otak menjadi terpadu.

Menurut plato dan Aristoteles, jiwa kita mempunyai dua kapasitas pentin, pemikiran yang masuk akal dan paksaan emosi. Logika dan perhitungan adalah kemampuan yang masuk akal yang terletak di bagian daerah kulit otak sedangkan naluri dan emosi terdapat pada otak kecil. Orang-orang yunani kuno telah mengetahui bahwa emosi dan perilaku rasio ada hubungannya. Melalui pelatihan dan pendidikan bahkan gerak hati yang paling kuat sekalipun, dapat di salurkan atau dipaksa menuruti tujuan-tujuan rassionil.

Kebijakan utama dapat di pandang sebagai keunggulan mental.

Watak-watak yang diperoleh ini menjamin pelaksanaan ynag baik dalam apa yang oleh orang-orang yunani dipostulatkan sebagai tiga bagian dari pikiran manusia :

Akal budi dan lawannya

Nafsu sebagai suatu kecakapan lanjutan

Watak atau kemawan.

Nomor dua disebut kebajikan praktis karena merupakan hasil pelatihan dan latihan. Dua latihannya disebut kebajikan teoritis karena terutama dipeoleh dari pengajaran. Tiga kebajikan menunjukkan penyempurnaan yang tahan lama yang pantas untuk salah satu dari ketiga kemampuan mental. Hanya fungsi yang telah berkembang dengan baik dari kebijakanlah yang disesuaikan kearah tingkatan yang lebih tinggi dari keterpaduan, untuk menuju pada kebaikan akhir dari kebiasaan manusia yaitu  kebahagiaan yang tahan lama.

v  Penguasaan diri

Penggunaan yang bijak dari naluri dan nafsu keluar dari otak kecil atau otak dinosaur kita.

v  Keberanian

Ini adalah kebajikan turun dari karakter dan kemauwan, yang sebagian dapat dilatih.

 

v  Kearifan teoritis

pengertian akan kebenaran kehidupan manusia dalam agama dan kebiasaan lokal.

v  Kearifan atau kebijakan praktis

Akhirnya, keunggulan, mental, pekerjaan yang harus memelihara keseimbangan antara bagian-bagian berbeda dari sifat manusia, disebut kearifan praktis atau kebijakan (phronesis).

Suatu contoh kebijakan bersemangat tinggi dalam literatur manajemen

Suatu studi mengenai karakter kuat yang menunjukkan kebijakan digambarkan oleh Bernetein dan Craft Rozen (1990) :

Anne adalah seorang yang pandai, agresif, ingin terus maju. Jika ada manajetr lain melakukan kesalahan yang bodoh, daripada meningatkan, anne memutuskan untuk meluangkan banyak waktu membantu rekannya itu dari kekisruhan, karena ia berpikir dalam jangka panjang bahwa kesepian rekannya tadi akan menjadi lebih baik daripada dendamnya [orientasi menuju hasil yang tahan lama, yang membantu mengatasi implus-implus]. Anne dapat menggunakan otak dinosaurus untuk memotivasi diri, tetapi ia tidak membiarkan otak itu menetapkan sasaran baginya.

 

Menyeimbangkan ketiga bagian pikiran manusia

Keunggulan moral atau kebajikan sebagai manusia tidak memaksa kita untuk mengebiri kehendak hati yang lebih alami.sesorang bahkan mungkin menunjuk para kutipan yang terkenal dari phabrus karangan plato, buku pertama yang memperlihatkan pandangan mengenai tiga bagian pikiran manusia : marilah kita bangdingkan fungsi mental kita (psyche) dengan kekuatan dengan kekuatan terpadu dari sekelompok kuda dan pegendaran keretanya.

Dari kata-kata dari alisdair maclntyre (1985) : bertindak dengan bijak adalah bukan seperti yang kant pikirkan, yaitu bertindak terdahap kehendak hati; melaikan bertindak dari perkembangan kebajikan-kebajikan. (halaman  149).

 

Doktrin jalan tengah yang layak

Aristoteles menyatakan bahwa kebajikan selalu merupakan jalan tengah  (mesotes) antara dua ekstrim. Jalan tengah adalah yang terbaik untuk mencapai tujuan, sedangkan kedua sikap ekstrim mewakili sifat-sifat buruk yang di sebabkan oleh melakukan yang berlebih lebihan atau kegagalan. Contohnya adalah keberanian atau ketugah hati yang merupakan jalan tengah antara pengecut dan kekasaran; murah  hati merupakan jalan tengah antara kekikiran dan pemborosan dan seterusnya.

Apakah sebenarnya doktrin jalan tengah yang layak ini? Guna menjatuhkan pilihan bebas yang sebenarnya  yang efektif dan efisien- yaitu, untuk mencapai jalan tengah yang layak-orang harus menemui kriteria berikut :

ü  Tindakan yang tepat adalah jalan tengah antara terlalu banyak dan terlalu sedikit

ü  Tindakan yang tepat terarah pada suatu tujuan, baik internal(perenungan, tindakan) atau eksternal (kerja, tugas).

ü  Tindakan yang tepat hayanlah untuk seorang agen yang khusus dalam suatu situasi yang khusus.

ü  Penilayan dilakukan oleh seorang yang berpengalaman, phronimos atau orang yang arif.

Salah satu dari contoh-contoh Aristoteles adalah mengenai selera. Makanan sehari-hari yang layak diperlukan tidaklah sama untuk setiap orang.

 

Melatih kebiasaan yang diharapkan dan membentuk kembali keterampilan

Aristoteles mengetahui bahwa itu tidak harus membiarkan otak dinosaurus atau otak kecil kita mengambil alih.

Apa yang harus anda lakukan adalah berhenti dan berpikir. Kalau anda lakukan itu maka anda dapat mengontrol tenaga hebat yang ada pada anda, daripada tenaga itu mengontrol anda.

 

Laporan yang diperbaiki tentang  kebajikan yang sedikit digunakan dalam etika bisnis

Tesis kita adalah kebanyakan dari laporan-laporan ini pada pada kenyataan cendrung membelokkan kekuatan sebenarnya dari teori kabajikan. Mereka melakukan hal itu dengan dua pergeseran dasar :

  • Daripada merayakan kebajikan manusia ayang sangat maju,seperti beberapa wiraswastawan, para ahli teori modern menguraikan kebajikan sosial yang sesui yang di anggap di inginkan oleh masyarakat tertentu.
  • Kebajikan dipersempit menjadi kebajikan moral.faktanya bahwa anggota masyarakat praktisi merupakan tempat kepentingan menunjuk kembali kepada perubahan yang lebih mendasar.

 

 

Pergeseran menuju belas kasihan

Suatu contoh mengenai pergeseran kepada promosi yang penuh dengan kebaikan sosial, dapat ditemukan dalam virtues dan vices karangan philipa foot (1978).

Teori kebajikan modern cenderung menggambarkan pandangan non politis dari sarjana yang cemas secara moral berpendidikan baik.

 

 

 

 

Cacat yang lebih mendasar dalam beberapa cerita modern

 

Dalam teori kebajikan kuno, ada beberapa antara apa yang disebut kebajikan moral yang perlu di latih melalui latihan dan peniruan, dengan kebajikan intelektual yang membuat intruksi dan pengajaran.

Suatu teori kebajikan adalah suatu teori pembedaan dan merupakan factor sosial yang sangat di hormati……sama seperti orang menemukan identitas dasarnya dengan mnyediakan kapasitas mental dan emosional yang di dapatkan oleh lingkungan soaial mereka pada tempat yang tersedia bagi mereka, begitu juga mereka menemukan identitas moral mereka dan oleh nilai mereka sendiri, dengan menyesuaikan diri pada intruksi moral dan harapan-harapan kelompok sosial mereka dan jaringan yang di tawarkan kepada mereka. (van luijk, 1994, halaman 24).

Membangdinkan kebajikan watak dan keunggulan dalam keterampilan


beberapa persamaan telah di tandai ini adalah

  • Keduanya bukanlah hadiah dari alam, tetapi harus di latih, dibimbing dan di superfisik. Keduanya dibutuhkan.
  • Keduanya harus digunakan dengan hati-hati; ini membutuhkan kemampuan untuk mempertimbangkan dengan cepat guna menilai bahan dan limgkungan yang ada, dan memutuskan tindakan apa yang tepat.
  • Kebajikan watak dan keterampilan mengelola satu rangkaian kegiatan dalam urutan yang pasti guna mencapai tujuan.
  • Satu lagi karakteristik yang sama adalah penggunaan umpang balik.

 

Perbedaan-perbedaan

Terdapat juga perbedaan-perbedaan  antara kebajikan watak yang  dibimbing oleh phronesise dan techne karena nmereka melayani tujuan  yang berbeda. Keterampilan adalah bakat yang di peroleh yang di tunjukan pda prduksi komoditi, suatu produk yang dapat di gunakan.

 

Kebajikan mempunyai alasan akhir

Kebajikan watak harus digunakan dengan pertimbangan dan dibimbing oleh kebijaksanaan, yang berfungsi sebagai bakat yang diperoleh untuk memilih tindakan yang paling tepat. Seperti yang di tulids aristoteles dalam departibus animalium II.i. 646a25 :

Sekarang urutan dari perkembangan adalah kebalikan dari urutan yang sebenarnya.

 

Kebajikan watak memenuhi syarat keunggulan yang tahan lama

 

Seseorang berharap dapat hidup dengan baik, tetapi pertanyaannya adalah bagaimana tubuh dengan subur. Sebagai seorang yunani kuno yang menjaga bahwa keputusan defenitif mengenai cara hidup seseorang, hanyan boleh dilakukan kehidupan itu terakhir, yaitu setelah kemantian orang itu. Selama masa kehidupan pribadi itu, kita hanya membuat keputusan bersyarat dan tentantif.

Untuk memberikan suatu contoh di zaman modern selama periode tertentu dalam masa hidupnya beberapa orang telah mengagumi Mr Rupert Murdoch.

 

Teori kebajikan di gunakan kembali

Hanya baru-baru ini saja buku yang di baca orang banyak, seperti After Virtue karangan alisdair Macintyre (1985), memperkenalkan kembali gambaran klasik mengenai kebajikan. Disini telah di jelaskan beberapa cirri dasar teori normatif asli, yaitu warisan moral yang bebeda yang hilang.

 

NAMA KELOMPOK :

YANTI NOGUEIRA (01109043)

BEN MANGGAR IMAWAN (01206056)

JUVINAL DA SILVA (01209038)