TUGAS UAS MANAJEMEN STRATEJIK

PT POS INDONESIA
Pendahuluan
Perkembangan dunia dewasa ini ditandai dengan arus globalisasi disegala bidang yang membawa dampak cukup pesat bagi perkembangan perekonomian indonesia. Tingkat perkembangan ekonomi dunia dewasa ini ditandai dengan globalisasi disegala bidang yang diiringi pula oleh tingginya tingkat mobilitas penduduk, lalu lintas uang dan barang dalam arus perdagangan serta semakin pesatnya pertarungan bisnis. PT. Pos Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman baik pengiriman dokumen, ataupun pengiriman barang. PT. Pos Indonesia memiliki banyak layanan pengiriman, salah satu layanan itu adalah Pos Express. Dengan adanya layanan Pos Express maka perusahaan ini membutuhkan suatu strategi pemasaran yang handal agar salah satu layanan perusahaan ini dapat bersaing dengan perusahaan swasta yang bergerak dibidang yang sama.
VISI DAN MISI PERUSAHAAN PT POS INDONESIA
Visi
Visi Pos Express menjadi service provider dalam jasa kurir Express yang terbaik dan terkuat di indonesia, dan dapat bersaing didalam pasar global.
Misi
Misi Pos Express menyampaikan dokumen, barang dan service terkait lainnya secara cepat, akurat, dan terlacak dengan dukungan teknologi informasi yang handal dan sumber daya yang profesional sehingga dapat memberikan kepuasan maksimal kepadacustomer.
Tujuan :
Mengidentifikasi kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerjanya, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman, dalam mencapai apa yang diharapkan perusahaan, Menyusun dan mengembangkan strategi yang dapat menjadi pilihan PT. Po
Strategi :
Dalam strategi produk ini PT. Pos Indonesia berusaha untuk memberikan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dibidang jasa pengiriman sehingga diharapkan akan mencapai sasaran yang diinginkan, PT. Pos Indonesia selalu berusaha mengerti dan memenuhi kebutuhan nasabah melalui integritas kepada nasabah dan berusaha untuk menghasilkan layanan yang kompetitif.
Strenght (kekuatan) :
1. SDM = Memiliki jumlah SDM yang banyak
2. Sumber daya Pemasarannya = menjual dan menawarkan produk
3. Network = PT Pos Indonesia memiliki jaringan pelayanan yang cukup luas.
4. Pelatihan = PT Pos Indonesia menyediakan program pelatihan secara berkala.
5. Distribusi = Memiliki jalur distribusi dan system informasi yang baik.
Weakness (kelemahan) :
1. Distribusi = Dalam pendistribusian kiriman, masih terdapat kendala apabila jadwal keberangkatan pesawat terlambat
2. SDM = Kurangnya SDM yang berpengalaman dibidangnya
3. Budaya perusahaan = Kebanyakan produk – produk inovasi baru PT POS INDONESIA masih digunakan oleh masyarakat menegah.
4. Peraturan = Masyarakat masih belum percaya dengan keamanan informasi di Indonesia.
5. Kondisi kerja = masyarakat mengetahui surat saja.
Opportunity ( peluang)
1. layanan kiriman cepat dan akurat dalam jangka waktu yang pasti
2. Kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi terhadap PT. Pos Indonesia.
3. Perusahaan baru / lama yang merupakan calon pelanggan potensial.
4. Tingginya tingkat kegiatan bisnis.
5. Kegiatan bisnis yang makin meluas.
Threat ( ancaman )
1. Semakin banyaknya jasa titipan swasta yang sejenis .
2. Kegiatan promosi, penawaran layanan yang inovatif dan menarik.
3. Persaingan tarif yang kompetitif dari kompetitor.
4. Persaingan dalam tingkat pelayanan dan fasilitas terhadap pelanggan.
5. Penerapan UU tentang perlindungan konsumen
Kuesioner internal faktor analisis strategi untuk mengetahui streght (kekuatan perusahaan)
Faktor strategis nilai Bobot Rating skor
SDM 3 0,19 3 0,56
Sumber daya pemasaran 4 0,25 2 0,50
Network 3 0,19 2 0,38
Pelatihan 2 0,13 2 0,25
Fasilitas kantor 4 0,25 2 0,50
jumlah 16 1 11 2.19

Ukuran pembobotan : ukuran rating kekuatan
1= sedikit penting 1= sedikit kuat
2= agak penting 2= agak kuat
3= penting 3= agak
4= sangat penting 4= sangat kuat
Kuesioner internal faktor analisis strategi untuk mengetahui streght (kelemahan perusahaan)
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Distribusi 3 0,20 -2 -0,40
SDM 2 0,13 -3 -0,40
Budaya perusahaan 3 0,20 -3 -0,60
Peraturan 3 0,20 -3 -0,60
Kondisi kerja 4 0,27 -2 -0,53
Jumlah 15 1 -13 -0,53

Ukuran pembobotan : ukuran rating kelemahan :
1= sedikit penting 1= sediikit lemah
2= agak penting 2= agak lemah
3= penting 3= lemah
4= sangat penting 4= sangat lemah
Kuesiner eksternal g analysis strategi untuk mengetahui peluang (opportunity)
Faktor strategis Nilai bobot rating skor
Layanan kiriman cepat,akurat dalam jangkaktu yang pasti 3 0,18 3 0,53
Kepercayaan masyarakat yg cukup tinggi terhadap pt.pos 4 0,24 3 0,71
Perusahaan baru lama mpkan calon pelanggan potensial 4 0,18 2 0,35
Tingginya tingkat kegiatan bisnis 4 0,24 4 0,94
Kegiatan bisnis yang semakin meluas 4 0,18 3 0,53
Jumlah 17 1 15 3,06

Ukuran pembobotan : ukuran rating peluang :
1= sedikit penting 1= sedikit peluang
2= agak penting 2= agak peluang
3= penting 3= peluang
4= sangat penting 4= sangat peluang

Kuesioner ekternal analysis strategi untuk mengetahui ancaman (threat)
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Semakin banyaknya jasa titipan yang sejenis 3 0,16 -2 -0,32
Kegiatan promosi,penawaran layanan yg inovatif & menarik 4 0,21 -3 -0,63
Persaigan tarif yg kompotitif dari kompotitor 4 0,21 -4 -0,84
Persaigan dlm tingkat pelayanan&fasilitas trhdap pelanggan 4 0,21 -3 -0,6
Penatapan UU tentang pelindung konsumen 4 0,21 -3 -0,63
Jumlah 19 1 -15 -3,05

Ukuran pembobotan : ukuran rating ancaman :
1= sedikit penting 1= sedikit mengancam
2= agak pengting 2= agak mengancam
3= penting 3= mengamcam
4= sangat penting 4= sangat mengancam

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil-hasil yag didapat dari analisis internal dan eksternal pada table, seperti dituliskan di atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut:
* Skor Total Kekuatan : 2,19
* Skor Total Kelemahan : 2,53
* Skor Total Peluang : 3,06
* Skor Total Ancaman : 3,05
Berpijak dari skor total ini, maka penentuan posisi PT. POS INDONESIA dapat digambar sebagai Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Gambar di bawah.
Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara sebagai berikut:
Koordinat analiisis Internal:
(skor total kekuatan – skor total kelemahan) : 2 =
(2,19 – 2,53) : 2 = -0.17
Koordinat analiisis Eksternal:
(skor total peluang – skor total ancaman) : 2 =
(3,06 – 3,05) : 2 = 0,0055
Jadi titik koordinatnya terletak pada (-0,17 ; 0.0055)

MATRIK SWOT
KUADRAN POSISI TITIK LUAS MATRIK RANGKING PRIORITAS STARATEGIS
I (2,19 ;306) 6,7 3 GROWTH
II (2,53; 3,06) 7,74 1 STABILITAS
III (2,53 ; 3,05) 7,71 2 PENCIUTAN
IV (3,05; 2,19) 6,37 4 KOMBINASI
Berdasarkan diagram bobot dan rating setiap unsur matrik SWOT sebagaimana disajikan di atas dapat diketahui bahwa posisi perusahaan / Instansi pada saat ini berada pada Kuadran II yaitu kuadran Stabilitas dimana strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
STRATEGI BISNIS UNIT
Berdasarkan anilisa SWOT yang telah dilakukan telah disimpulkan bahwa strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah membuat produk menjadi lebih unggul, karena sebenarnya pertumbuhan pasar khusunya produk makanan sangatlah tinggi sedangkan daya saing produk sendiri masih lemah.
Untuk itu beberapa strategi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
1. Startegi Pengembangan Produk
Faktor penentu keberhasilan :
SDM yang kompeten untuk bidang teknologi pangan.
Sarana dan Prasarana yang memadai untuk melakukan riset produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *